Neymar menyebut kemenangan 3-1 di final
Liga Champions atas Juventus adalah pesta terbesar dalam hidupnya dan
menegaskan kalau dia telah membungkam para kritikusnya.
Pemain 23 tahun itu mencetak gol ketiga Barca di penghujung
injury time, menambah gol Ivan Rakitic dan Luis Suarez yang mencetak gol lebih dulu. Juve sempat memperkecil kedudukan lewat Alvaro Morata.
Kemenangan
ini memastikan treble Barcelona dan mereka menjadi satu-satunya klub
yang dua kali pernah merasakan hal tersebut. Sebelumnya pada 2009, saat
masih dilatih Pep Guardiola.
"Saya senang bisa menjadi bagian
cerita ini. Sekarang, saya pikir tak ada lagi yang harus diklaim, tak
ada lagi yang perlu Anda katakan soal saya," ujar Neymar pada
ESPN Brasil.
"Ini
adalah emosi yang unik, sebuah pengalaman unik menjadi juara bersama
tim yang luar biasa, tetapi saya tak akan berhenti di sini," lanjutnya.
Usai
peluit panjang, Neymar mengaku tak bisa menahan air mata yang mengucur
dari matanya. Pria Brasil itu pun mengungkapkan alasannya.
"Saya
mulai menangis, karena melihat apa yang sudah saya lewati, semua yang
saya impikan, anak saya, usaha yang sudah dikeluarkan, usaha seluruh
kelurga saya," tambah Neymar.
"Saya memiliki banyak momen indah
hari ini, itu pasti. Salah satu momen terbaik dalam karir saya. Ini
adalah pesta terbesar saya," tambahnya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Tangisan Neymar Usai Menjuarai Liga Champions"
Post a Comment