Dilansir dari laman liputan6.com. Anggota tim transisi Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga)
Cheppy T. Wartono mengatakan selama hasil putusan sela PTUN (Pengadilan
Tata Usaha Negara) masih berlaku, mereka belum bisa menentukan langkah
konkrit pengelolaan sepak bola. Sejak Menpora Imam Nahrawi mengeluarkan
SK tentang sanksi administratif kegiatan keolahrgaan PSSI, tim transisi
dibentuk untuk mengambil alih.
"Tim transisi tidak mungkin tidak bekerja, maka kami masih mengadakan
rapat untuk memetakan persoalan. Yang penting tidak menggunakan
anggaran negara," kata Cheppy kepada Liputan6.com, pada Minggu (31/5) sore.
Seperti yang pernah dipaparkan ketua tim, Bibit Samad Rianto, tim
transisi akan menggelar turnamen Piala Kemerdekaan usai lebaran.
Pendaftaran kejuaraan tersebut dibuka rencananya pada 1 Juni 2015
(sebelum mengetahui hasil putusan sela PTUN) dan diharapkan selesai 15
Agustus 2015.
"Kita akan buat open tournamen, setelah itu menjadwalkan
KLB. Tentu seluruh asprov (asosiasi provinsi) dikumpulkan. Perihal mau
tidak mau, kita lihat saja nanti ke depannya," ujarnya menambahkan.
Rencana besar yang tengah dipersiapkan tim transisi diakui Cheppy
adalah merekrut legenda tim nasional Belanda, Frank Rijkaard sebagai
konsultan sepak bola tanah air.
"Memang benar, kami melakukan komunikasi KNVB (Federasi Sepak bola
Belanda) serta tokoh-tokoh sepak bola dunia di sana, seperti Ruud
Gullit, Giovanni van Bronckhorst, dan Frank Rijkaard. Tapi yang mungkin
bisa hanya Rijkaard," kata Cheppy.
"Nanti dia akan jadi konsultan sepak bola kita secara keseluruhan.
Dia membantu menyusun road map serta mengawasi
pelaksanaannya,"pungkasnya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Frank Rijkaard Jadi Konsultan Sepak Bola Indonesia Bersama Tim Transisi Kemenpora"
Post a Comment